Vuvuzela, Terompet Piala Dunia Picu Gangguan Pendengaran

Posted: June 15, 2010 in sports


PENGGEMAR Piala Dunia Afrika Selatan diperingati untuk melindungi pendengaran mereka dari suara yang dihasilkan Vuvuzela.
Alat musik tradisonal Afrika Selatan berupa terompet ini menghasilkan suara yang cukup memekakkan.
Vuvuzela menjadi suara ikonik Piala Dunia Afrika Selatan 2010.
Tetapi, tetapi yayasan amal untuk kehilangan pendengaran di Inggris mengimbau penggemar sepak bola untuk melindungi telinga dari suara keras yang dihasilkan terompet berbahan plastik tersebut.
Royal National Institute for Deaf People (RNID) mengatakan, ada risiko tinnitus (telinga mendenging) temporer atau kerusakan pendengaran permanen yang ditimbulkan oleh Vuvuzela, yang sangat populer di kalangan pendukung tim sepak bola Afrika Selatan.
RNID menegaskan, dengan mendengar suara Vuvuzela tepat dari arah belakang, maka telinga Anda menahan beban lebih dari 125 desibel suara, yang berakibat menyakiti pendengaran. Nyatanya, suara Vuvuzela lebih keras dari gergaji atau mesin pemotong rumput yang menghasilkan 110 desibel suara dan sirene ambulans yang menghasilkan 120 desibel suara.
“Penggemar (sepak bola) sedang menghadapi risiko tinnitus atau secara permanen merusak pendengaran mereka jika mereka tidak mengatasi pengaruh kumulatif dari paparan terhadap volume keras Vuvuzela dan musik selama Piala Dunia,” kata Angela King selaku spesialis Audiologi Senior RNID, seperti dikutip dari WebMD, Selasa (15/6/2010).
“Kebisingan lebih dari 85 desibel dapat menyebabkan kerusakan dari waktu ke waktu. Vuvuzelas menghasilkan tingkat (desibel suara) lebih dari lima kali dari suara yang berpotensi merusak telinga. Jadi kami mendesak para supporter untuk mengenakan penutup telinga selama menyaksikan pertandingan di dalam stadion, berpesta di pub, klub, dan festival (sepak bola),” tambahnya.
Penggunaan Vuvuzela di ajang Piala Dunia memang banyak menuai protes. Meski Vuvuzela dianggap bisa membuyarkan konsentasi pemain, pihak FIFA tidak akan melarangnya.
Alasannya, Vuvuzela adalah bagian dari tradisi Afrika Selatan.
Meski demikian, FIFA akan melarang Vuvuzela dibunyikan ketika lagu kebangsaan dinyanyikan, juga di pusat perbelanjaan dan tempat lain yang bisa mengganggu ketenangan.
Karena itu, RNID memberikan rekomendasi di atas.
Tujuannya, supporter tetap bisa menikmati pertandingan secara langsung sekaligus menjamin alat pendengaran tetap berfungsi baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s