Perbedaan Cacar dan Campak

Posted: June 3, 2010 in knowledge


Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan menular
melalui percikan ludah. Biasanya diawali dengan gejala seperti demam,
batuk kering, mata merah. Setelah 2-4 hari, suhu badan naik mendadak
bersamaan dengan munculnya ruam kulit yang berwarna merah gelap. Pada
mulanya ruam ini muncul di belakang telinga, muka, lalu seluruh badan
dalam 3 hari, kemudian memudar dan perlahan menghilang. Nah … ruam
kulit pada anakmu muncul ketika anak masih demam tinggi atau setelah
demamnya turun? Kalau ruam kulit muncul setelah panas turun, mungkin
bukan campak melainkan roseola infantum, penyakit yang disebabkan oleh
human herpes virus Keduanya sama-sama infeksi virus … tidak ada
obatnya … samasekali tidak membutuhkan antibiotika karena antibiotika
tidak membunuh virusMinum banyak, amati anak, jaga jangan sampai
dehidrasi. Apakah menular? Apakah itu campak atau infeksi virus lainnya,
yang namanya penyakit infeksi ya menular … ini merupakan salah satu
alasan pembuatan vaksin pada penyakit infeksi yang berat. Untuk kasus
seperti anakmu, imunisasi campak tidak perlu diulang. Imunisasi ulangan
campak diberikan dalam bentuk kombinasi imunisasi
campak-gondongan-rubela (MMR) pada usia 15 bulan, dilanjutkan MMR kedua
pada usia 6 tahun.


Cacar Air (*Varisela*, *Chickenpox* ) adalah suatu infeksi virus
menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik
kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng,
yang menimbulkan rasa gatal.

*PENYEBAB* : Penyebabnya adalah *virus varicella-zoster*. Virus
ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda
yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa
menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang
terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan,
sebaiknya penderita di*isolasi* (diasingkan) .
Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan
memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi
virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi
aktif kembali dan menyebabkan *herpes zoster*.

*GEJALA*: Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah
terinfeksi. Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya
berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala
tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala
pada dewasa biasanya lebih berat.
24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik
merah datar (*makula*). Kemudian bintik tersebut menonjol (*papula*),
membentuk lepuhan berisi cairan (*vesikel*) yang terasa gatal, yang
akhirnya akan mengering.
Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan
terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.
Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan
yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan
menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.
Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit;
biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung,
bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka
(*ulkus*), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa
ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan
vagina.
Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang
menyebabkan gangguan pernafasan.
Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian
samping.
Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut,
kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air
bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh *
stafilokokus* .

*KOMPLIKASI* : Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa
masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem
kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
– *Pneumonia* karena virus
– Peradangan jantung
– Peradangan sendi
– Peradangan hati
– Infeksi bakteri (*erisipelas* , *pioderma*, *impetigo bulosa*)
– *Ensefalitis* (infeksi otak).

*DIAGNOSA* : Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang
khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).

*PENGOBATAN* : Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah
penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan
losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol
atau fenol
Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
– kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
– menjaga kebersihan tangan
– kuku dipotong pendek
– pakaian tetap kering dan bersih.
Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin).
Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat,
bisa diberikan obat anti-virus asiklovir.
Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan
aspirin. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih
dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada
remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya
penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang
pertama.
Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin.

*PENCEGAHAN*: Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.
Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air
dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita
gangguan system kekebalan), bisa diberikan *immunoglobulin zoster* atau
*immunoglobulin varicella-zoster* .
Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia
12-18 bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s